Privasi

Posted: 23 Maret 2013 in Tercecer Pena

privasi1.jpg

Privasi. Apa sih privasi itu?
Ada sebagian orang bilang “Hargain dong privasi aku”, “aku juga punya privasi”, “blablabla”. Memang pada dasarnya manusia itu ingin bebas. Jadi privasi itu kebebasan? mMm… Mungkin, ah nggak juga.
Ada orang yang berbicara privasi. Katanya privasi itu hak, privasi itu sesuatu hal yang tidak boleh diketahui orang lain, privasi itu rahasia. Banyak orang menyalah gunakan arti kata privasi. Bahkan ada juga orang yang berlindung dibalik privasi supaya mendapat kebebasan. Apakah wujud privasi sekarang seperti itu??? Privasinya yang salah? Orangnya? Atau cara orang itu mengartikan dan mengaplikasikan keprivasiannya yang salah???

Misalnya sepasang kekasih, memang keprivasian itu erat hubungannya dengan orang yang sedang berkasih-kasih. Memang benar kan??? Tapi gak tau, apa privasi itu privasi asli atau privasi kedok? Cuma bualan perlindungan diri untuk mendapat kebebasan? Ah, lagi-lagi kebebasan… Agak sulit memang, kalau berbicara tentang kebebasan, ya… Karena setiap orang punya HAM, yang katanya Hak Asasi Manusia, tapi aku juga pernah melihat, ketika ada cowok atau cewek yang melihat hp pasangannya, dibilangnya “gak ngehargain privasi orang”, tapi emang iya juga sih. Ngapain lihat-lihat hp pasangan kita??

Entah emang iya omongan itu keluar dari hati atau dalam artian privasi sesungguhnya atau cuma kedok dan bualan belaka, seperti tadi yang aku bilang cuma kedok dan bualan karena ada sesuatu yang disembunyikan, takut ketahuan. Padahal ada kata-kata bijak yang sudah lahir sejak dulu “Berani karena benar, takut karena salah”

Jadi jelaslah yang dibutuhkan di sini kesetiaan. Memang sudah kodratnya segala hal yang ada diciptakakan berpasang-pasangan. Ada siang, ada malam. Ada laki-laki, ada perempuan. Ada basah, ada kering. Lantas pasangannya setia apa? Tidak setia? Yah… Itu memang jawaban yang dirasa paling simple, sederhana, dan langsung tepat ke sasaran, tapi kadang tidak setia itu juga bisa ditutupi dengan cara halus. Mengorbankan hal lain untuk menutupi ketidak setiaannya. Ya seperti yang tadi. “Hargain dong privasi aku”

Nah itu dia. Biasanya alasan yang lumrah diucapkan. Jadi pasangannya “setia” itu bukan cuma “tidak setia”, tapi kata privasi yang disalah artikan. Ya memang disalah artikan, menggunakan kata privasi untuk menutupi kejelekannya, untuk berbuat tidak setia, selingkuh, untuk berbuat curang, untuk mendapatkan kebebasan.

Jangan coba tutup mata deh, itu kenyataan yang terjadi sekarang kan?
Logikanya aja gini yah! “Berani karena benar, takut karena salah”
jadi untuk apa takut, untuk apa berbual “hargain dong privasi aku” kecuali ya karena emang takut.
Takut apa? Ya gak tau, takut ketahuan, takut apa kek, yang pasti TAKUT. Ya mungkin karena salah.

Jadi privasi itu apa???
Ambil sederhananya aja deh!!! Malu gak kalau kita keluar rumah gak pakai baju, gak pakai celana, gak pakai apa-apa? Kalau jawabannya tidak, sebaiknya periksakan dulu ke dokter jiwa, mungkin ada kelainan. Untuk ukuran orang normal, sehat dalam artian lahir batin, ya pasti malu lah. Nah makanya pakai baju, celana. Supaya semua aurat tertutup. Dan gak jadi tontonan umum. Ya mungkin seperti itulah privasi.

Posted by Zaqiun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s